Novel pertama dari tetralogi karya Stephenie Meyer ini telah difilmkan di bawah arahan sutradara Catherine Hardwicks. Semula film ini diprediksi tidak akan booming di pasaran karena image Robert Pattinson dianggap tidak akan menyamai pesona sang vampir rupawan Edward Cullen di novel aslinya. Terbukti, prediksi ini salah total. Robert Pattinson justru secara luar biasa mampu membuat karakter Edward Cullen merasuki dirinya dan dalam waktu bersamaan menjadikan dirinya sebagai figur idola baru para remaja. Film yang dibintangi Kristen Stewart ini bertutur tentang kisah cinta klasik dua dunia, manusia dan vampir, yang tak pernah dapat disatukan karena takdir. Perjalanan hidup melawan takdir inilah yang membumbui kisah cinta Edward Cullen (Robert Pattinson) dan Bella Swan (Kristen Stewart).

Dikisahkan, dalam buku pertama tetralogi peraih New York Times’ Editor Choice ini, Edward sang vampir misterius yang memiliki kemampuan supranatural membaca pikiran makhluk lain tak mampu menembus ke dalam pikiran Bella Swan. Keingintahuannya pada sosok Bella Swan menyeretnya masuk ke dalam perangkap cinta terlarang antara makhluk abadi dan insan fana yang bernama manusia. Meskipun Edward dan Bella pada akhirnya saling jatuh hati, namun mereka tetap tak dapat dipersatukan karena Edward tak pernah mau untuk membunuh Bella dan menjadikan gadis yang dicintainya itu sebagai seekor makhluk haus darah seperti dirinya. Keberadaan Bella bersama sang vampir yang cool ini menarik makhluk sejenis Edward untuk memburu Bella. James(Cam Gigandet), Victoria(Rachelle Refevle), dan Laurent(Edi Gathegi); tiga vampir ganas pemangsa manusia mengejar Bella yang tahu rahasia gelap tentang keberadaan para makhluk abadi itu di dunia. Edward dan keluarganya yang terdiri dari para vampir vegetarian (tidak lagi menghisap darah manusia) berusaha menyelamatkan si malang Bella dari buruan ketiga vampir licik itu.
Film ini meskipun cukup laku di pasaran, masih tetap memiliki sedikit nilai minus: akhir cerita yang terlalu gampang untuk ditebak. Coba saja Anda tebak apa yang terjadi pada Bella di akhir cerita, demikian juga tebaklah bagaimana nasib ketiga vampir yang memburunya. Sudah pasti Anda akan mendapati akhir yang sama membahagiakannya dengan resolusi cerita klasik Putri Cinderella: sebuah happy ending!
Bagaimanapun, film ini cukup layak tonton karena Stephenie Meyer berhasil memoles cerita roman picisan standar antara dua makhluk beda dunia ini dengan berbagai konflik dan hal-hal yang sedikit agak “tak terduga” di dalamnya, seperti kulit vampir yang bercahaya ketika ertimpa cahaya matahari dan bukannya hancur lebur jadi debu karena terpaan sinar mentari, sebagaimana versi asli tentang sang pangeran kegelapan dalam buku Dracula karangan Bram Stocker. Selain itu, Steph juga lihai dalam menyesuaikan setting kisah ini dengan dunia remaja. Ia berhasil meminimalisir dan memodifikasi kesan “jadul” dalam kisah klasik sang nosferatu. Kalau harus menilai, saya berikan tiga dari lima bintang untuk film ini.
-
Cari itu!
-
Entri Terkini
-
Tautan