Sport Psychology as an instance of Ecological Psychology
KENNETH R. HAMMOND* and ROBERT A.BATEMAN**
* Professor Emeritus, University of Colorado, USA
** Tennis Professional, Boulder, Colorado, USA
While the vast majority of publications in sport psychology look inward, in this paper we look outward to examine the relationship of the athlete to her environment. We describe the theoretical foundations and methodological implications of Egon Brunswik’s “probabilistic functionalism” and contrast that with the dominant theory and method of psychological research, namely the “rule of one variable”. We explain the importance of Brunswik’s concept of “representative design” if sport psychologists want to generalize their results from their studies to the competitive environment. We then use examples from the sport of tennis to show how probabilistic functionalism and representative design can be used in studying and training athletes.
Psikologi Keolahragaan sebagai Sebuah Contoh Psikologi Ekologis
KENNETH R. HAMMOND* dan ROBERT A.BATEMAN**
* Professor Emeritus, University of Colorado, USA
** Petenis Profesional, Boulder, Colorado, USA
Ketika kebanyakan publikasi psikologi keolahragaan menyelidiki ruang lingkup dalam bidang keilmuannya sendiri, paparan ini memandang ke luar ruang lingkup tersebut untuk menyelidiki hubungan antara atlet dan lingkungannya. Kami mendeskripsikan fondasi-fondasi teoritis dan penerapan-penerapan metodologis dari “fungsionalisme probabilistik” (probabilistic functionalism) Egon Brunswik dan membandingkannya dengan teori dan metodologi dominan riset psikologi, yang bernama “aturan dengan satu variabel(ubahan)” (rule of one variable). Kami menjelaskan pentingnya konsep “desain representatif” (representative design) Brunswik jika para pakar psikologi keolahragaan ingin menggeneralisasikan hasil penelitiannya ke dalam lingkungan kompetitif. Maka dari itu kami memakai contoh-contoh dari olahraga tenis untuk memperlihatkan bagaimana fungsionalisme probabilistik dan desain representatif dapat dipergunakan dalam mempelajari dan melatih para atlet.
________________________________________
Sport in the perspective of Barkerian Psychological ecology
GERHARD KAMINSKI
University of Tuebingen, Germany
The first part of this paper gives an overview of (Barkerian) psychological ecology, its origin, its classical research tradition, and its further developments up to the present. Roger G. Barker aspired to complement (mainly) experimental psychology by establishing a psychological ecology modeled on biological ecology. In a field station (1947-1972) his research group applied two essentially different approaches of “naturalistic” methodology aimed at describing and analysing people’s everyday behaviour in a small rural town. – How could this research perspective and tradition be relevant to sport psychology? The second part of the paper tries to answer these questions, primarily by attempting to locate Barkerian psychological ecology within the network of sport sciences. Reflecting on one of sport psychology’s major tasks (producing “if-then-knowledge” aimed at improving sport performance) reveals that psychological ecology’s relevance has a fundamentally different emphasis. The analysis of various examples demonstrates how this peculiar kind of relevance can be utilised.
Olahraga dalam Sudut Pandang Ekologi Psikologis Barkerian
GERHARD KAMINSKI
University of Tuebingen, Germany
Bagian awal paparan ini memberikan sebuah gambaran mengenai ekologi psikologis (Barkerian), asal muasalnya, tradisi penelitian klasiknya, dan perkembangan mutakhirnya hingga saat ini. Roger G Barker beusaha terutama untuk melengkapi psikologi eksperimental dengan cara membentuk sebuah ekologi psikologis yang mengambil model ekologi biologis. Dalam suatu tempat penelitian (1947-1972) grup penelitinya memakai dua pendekatan metodologi naturalis (naturalistic) yang pada dasarnya berbeda yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisa perilaku keseharian masyarakat di sebuah lokasi kecil di pedesaan. – Bagaimana bisa sudut pandang dan tradisi riset ini menjadi relevan dengan psikologi keolahragaan? Bagian kedua dari paparan ini mencoba menjawab beberapa pertanyaan berikut ini, terutama berusaha menempatkan ekologi psikologis Barkerian dalam ruang lingkup sains keolahragaan (sport science). Bercermin pada salah satu dari tugas utama psikologi keolahragaan (menciptakan pengetahuan “jika…-maka…” (if-then-knowledge) yang bertujuan untuk meningkatkan performa olahraga) mengungkap bahwa relevansi ekologi psikologis memiliki penekanan yang pada dasarnya berbeda. Analisa dari berbagai macam contoh memperlihatkan bagaimana relevansi yang tak lazim ini dapat dipergunakan.
http://www.ijsp-online.com/content/abstracts/abstract4001.php#c02
Retrieved on August 20 2009. (RI).
